Senin, 14 Juni 2010

Danau Hati

Danau Hati


Mungkin ini suatu keajaiban alam, sebuah danau berbentuk hati terbentuk akibat pemanasan global. Kelihatan mempesona dan cantik. Lepas dari pemandangan indah itu, tapi sebenarnya 'tanda' itu menyimpan suatu isyarat yang mengerikan di mana pemansan global sudah mencapai tahap mengerikan. Gleser mencair menyebabkan pergeseran tanah, sehingga terdapat rongga yang dalam yang uniknya, berbentuk jantung.

Diperkirakan kedalamannya sekitar 120 kaki atau 90 kaki atau 36,5 meter dalamnya. Lalu, rongga itu terisi air hujan atau mungkin salju yang mencair.
Gambar diambil oleh fotografer Perancis, Bruno Mazodier di Spitsbergen, pulau yang paling besar di kepulauan Svalbard. Pulau di Norwegia yang berjarak 620 mil dari Kutub Utara paling utara yang banyak dihuni oleh beruang kutub.
Dr. Bryn Hubbard dari Aberystwyth University, mengatakan: gletser di seluruh pulau ini sudah surut, tetapi bentuk jantung adalah anomali.

Menerapkan Sikap Husnuzan dalam Kehidupan kita

Menerapkan Sikap Husnuzan dalam Kehidupan kita

Seringkali kita mendengar kata Suuzan. Apakah yang dimaksud dengan Suuzan itu? Suuzan artinya berburuk sangka. Namun, kali ini kita akan membahas tentang husnuzan kebalikan dari suuzan yang berarti berbaik sangka. Husnuzan merupakan sifat terpuji yang harus kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita harus husnuzan terhadap Allah dengan cara mengucapkan syukur alhamdulillah terhadap apa yang telah kita dapatkan selama ini. Selain itu, kita juga harus sabar apabila menemui kesulitan. Percayalah bahwa itu adalah ujian dari Allah dan dibalik itu semua pasti ada kaidahnya bagi kita.
Husnuzan juga dapat dilakukan terhadap diri sendiri. Misalnya percaya pada diri sendiri, gigih dalam mencapai sesuatu dan berinisiatif dalam memecahkan masalah. Kita tidak boleh mudah menyerah dalam mencapai suatu tujuan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai manusia yang malas. Lihatlah keadaan di sekitar kita. Masih banyak orang-orang yang menganggur, padahal usia mereka masih dalam kategori produktif. Hal ini disebabkan karena mereka telah membuang-buang waktu masa mudanya untuk hal yang sia-sia. Mereka malas belajar dan memilih untuk bermain sehingga di masa sekarang mereka tak punya keterampilan dan sulit mencari kerja. Apakah kita mau menjadi seperti itu? Bukankah kita harus merubah kebiasaan buruk itu?
Terhadap sesama manusia, kita juga harus menerapkan sifat husnuzan. Baik dalam kehidupan berkeluarga, bertetangga, maupun bermasyarakat. Kita tidak boleh berprasangka buruk terhadap orang lain. Bisa saja berprasangka buruk terhadap orang lain dapat mendatangkan kesialan bagi diri sendiri. Ibarat senjata makan tuan, maunya menuduh orang malah terkena akibatnya sendiri.

Sabtu, 12 Juni 2010

Re-Opening my blog


Wah, udah lama juga ya aku absen. kira kira 1 tahunan lah hahaha. Gak kerasa banget!
Tambah hari, tambah bulan, tambah tahun, tambah umur pastinya tambah TUA! Wuilih, berani-beraninya aku ngomong diriku dah tua. Baru aja mau naik SMA kelas 2 udah berani bilang tua. Dasar!

Buat temen2 yang masih eksis di dunia blog mungkin udah lupa sama aku. Tapi kita tetep jalin silaturahmi ya? Yah, itung-itung ntar dapat pahala. :)

Oh iya, ngomong-ngomong sekarang aku mau Re-opening lagi blog ku. Mudah-mudahan kita bisa saling tukar ilmu di dunia maya ini.
Okay, let's begin!
*cuts ribbon*